Akses terhadap energi merupakan kebutuhan mendasar untuk meningkatkan kesejahteraan di daerah pedesaan dan pedalaman. Meski demikian, di kepulauan yang luas ini, sekitar setengah dari 130 juta penduduk pedesaan di Indonesia masih belum menerima tenaga listrik yang terjangkau harganya serta dapat diandalkan, mengingat tidak ekonomisnya biaya penyambungan jaringan listrik PLN pada daerah – daerah miskin yang tersebar jauh dan terpencil ini.
Menyikapi situasi ini, pemerintah Indonesia melalui fasilitas pembiayaan dana hibah Internasional (PNPM Support Facility/PSF) yang disalurkan kepada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Lingkungan Mandiri Perdesaan (PNPM LMP), sepakat untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang lebih ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan listrik di desa miskin dan terpencil, mengingat besarnya potensi sumber daya air di berbagai wilayah Indonesia.
Ada pun PNPM LMP adalah program penguatan PNPM MANDIRI Perdesaan (PNPM MP) yang pada hakekatnya merupakan salah satu upaya Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan keberdayaan dan kemandirian masyarakat desa dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraannya. Dalam PNPM MP, PNPM LMP merupakan program yang memastikan bahwa kelestarian lingkungan dan pemanfaatan energi terbarukan sebuah desa terpenuhi.
Dari pengalaman PNPM MP terdahulu di Sulawesi dan Sumatra; diketahui bahwa, berbeda dengan kegiatan PNPM lainnya, seperti pembangunan jalan dan jembatan desa, yang sepenuhnya dapat mengandalkan kemampuan masyarakat setempat, pembangunan PLTMH membutuhkan dukungan teknis yang khusus, mengingat cukup rumit/kompleksnya proses pembangunan PLTMH baik secara teknis, logistik maupun kelembagaan.
Dalam hal ini, TSU sebagai pelengkap program PNPM LMP akan menutupi kekurangan akan kebutuhan pengetahuan teknis mengenai PLTMH yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan PNPM dan secara bertahap TSU akan memperluas serta meningkatkan ketrampilan para pelaku PLTMH di Indonesia
Berbeda dengan PNPM LMP yang di danai oleh PNPM Support Facility (PSF), keberadaan TSU didanai oleh sebuah program kerja sama Pemerintah Jerman dan Belanda yang disebut dengan “Energising Development” dan di Indonesia dana ini disalurkan melalui program GTZ (German Technical Cooperation). Namun di dalam pelaksanaan kerja, TSU harus berkoordinasi dan bekerja sama secara erat dengan Pengelola PNPM LMP.
Menyikapi situasi ini, pemerintah Indonesia melalui fasilitas pembiayaan dana hibah Internasional (PNPM Support Facility/PSF) yang disalurkan kepada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Lingkungan Mandiri Perdesaan (PNPM LMP), sepakat untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang lebih ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan listrik di desa miskin dan terpencil, mengingat besarnya potensi sumber daya air di berbagai wilayah Indonesia.
Ada pun PNPM LMP adalah program penguatan PNPM MANDIRI Perdesaan (PNPM MP) yang pada hakekatnya merupakan salah satu upaya Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan keberdayaan dan kemandirian masyarakat desa dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraannya. Dalam PNPM MP, PNPM LMP merupakan program yang memastikan bahwa kelestarian lingkungan dan pemanfaatan energi terbarukan sebuah desa terpenuhi.
Dari pengalaman PNPM MP terdahulu di Sulawesi dan Sumatra; diketahui bahwa, berbeda dengan kegiatan PNPM lainnya, seperti pembangunan jalan dan jembatan desa, yang sepenuhnya dapat mengandalkan kemampuan masyarakat setempat, pembangunan PLTMH membutuhkan dukungan teknis yang khusus, mengingat cukup rumit/kompleksnya proses pembangunan PLTMH baik secara teknis, logistik maupun kelembagaan.
Dalam hal ini, TSU sebagai pelengkap program PNPM LMP akan menutupi kekurangan akan kebutuhan pengetahuan teknis mengenai PLTMH yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan PNPM dan secara bertahap TSU akan memperluas serta meningkatkan ketrampilan para pelaku PLTMH di Indonesia
Berbeda dengan PNPM LMP yang di danai oleh PNPM Support Facility (PSF), keberadaan TSU didanai oleh sebuah program kerja sama Pemerintah Jerman dan Belanda yang disebut dengan “Energising Development” dan di Indonesia dana ini disalurkan melalui program GTZ (German Technical Cooperation). Namun di dalam pelaksanaan kerja, TSU harus berkoordinasi dan bekerja sama secara erat dengan Pengelola PNPM LMP.

Latar Belakang